Tidak Mudah Memberikan Nama Pada Bayi

Halo semuanya—keluargaku, para tetangga, handai tolan. Kalian dapat salam nih dari calon bayi yang masih bersemayam di perut istriku. saat ini usia kandungannya memasuki bulan ke-enam. InsyaAllah di awal tahun nanti jabang bayinya akan lahir. Congrats me, ya! Jauh-jauh hari biasanya pasangan suami-istri mempersiapkan nama bagi calon bayinya, dan perlahan akan mulai terasa bahwa: memberikan nama … Lanjutkan membaca Tidak Mudah Memberikan Nama Pada Bayi

Iklan

PEREMPUAN

Harusnya Lara menangis kali ini, dengan begitu kerasnya pukulan yang diterima oleh hatinya. Orang-orang yang mulai merendahkan perilakunya, menuntut bagaimana harusnya perempuan beradab, berlaku, dan bersosial. Perempuan yang harusnya membungkuk, mendahulukan laki-laki, berada satu baris di bawah laki-laki. Perangai Lara di tengah pergaulan orang-orang sering mengundang kritik. Lara yang suka bermain layang-layang, Lara yang bercelana … Lanjutkan membaca PEREMPUAN

Pohon dan Imajinasi

Sore itu kawanan semut hitam baris-berbaris memanjat. Rupanya ia mau mengubur salah satu pohonku. Selamatkan aku, mungkin pekik pohon itu ketika Aku yang baru saja mau keluar rumah namun langsung mengurungkan niat, untuk segera ambil sikap. Ia adalah pohon manggisku yang paling rewel dibandingkan pohon lainnya. Tumbuh-kembangnya yang lambat, juga produksi sampahnya yang paling besar … Lanjutkan membaca Pohon dan Imajinasi

Membalas Surat Kartini

Kartini adalah penulis yang banyak memberikan pencerahan terhadap situasi di era kolonialisme bangsa ini, sehingga apa yang terjadi saat ini tidak sedikit adalah pencerahan dari tulisan-tulisan Kartini di masa Hidia-Belanda. Pencerahan itu berupa kritik yang tajam mengenai praktik tanampaksa, yang didalangi oleh para penjajah dan campur tangan pribumi feodal, rakyat kita sendiri. Tanampaksa merupakan praktik … Lanjutkan membaca Membalas Surat Kartini

Ex-Digulist: Malam dan Satu Cerita Kesedihan

Istri baru saja pulang kerja, menghampiriku menyalami tangan dengan kecupan, “Dek, tolong ambilkan Abang buku merah di atas meja itu.” Lalu ia datang dengannya dan secangkir kopi. “Sini duduk, Abang hendak bercerita tentang buku ini.” Bukannya duduk malah ia rebahkan kepalanya pada pahaku, Aku mengusap ubun-ubunnya dan membuka lembaran pertama buku. Buku Cerita dari Digul … Lanjutkan membaca Ex-Digulist: Malam dan Satu Cerita Kesedihan

Membela Buku-Buku

Katanya buku itu mulia, tapi begitu sulit untuk dibela. Sesulit membela burung-burung dari pemburu. Ketika orang sudah melupakan buku, maka sejujurnya kita telah melupakan "diri". Bukankah sejarah yang menjadikan kita hidup, sedang sejarah itu ditulis dalam buku. Katanya buku itu baik, tapi begitu banyak orang tidak baik sangka padanya. Seperti yang asing, orang-orang membelakangi. Padahal … Lanjutkan membaca Membela Buku-Buku

Sibuk Oleh Toko, Sibuk Oleh Pemuda

Saat mulai duduk di persinggahan kursi kasir toko, saban hari ruas jalan itu tidak luput dari perhatianku. Jalan Lingkar Selatan milik Pulau Lombok, begitu mereka menamainya. Banyak hal yang berubah, juga tidak sedikit yang diam tidak kemana-mana, toko di sudut sana setelah bertahun-tahun masih sama rupa dan kesan, tapi toko milik Haji Mahyudin itu baru, … Lanjutkan membaca Sibuk Oleh Toko, Sibuk Oleh Pemuda

Gudeg dan Mesin Tik

Aku sebetulnya menjauhi makanan jenis manis, seperti gudeg. Namun semalam Mbaknya tiba-tiba dilanda lapar di jam agak larut dan memaksaku menemaninya makan. Jalan Kaliurang ke Jalan Kusumanegara itu tidak dekat, sekitar 8 kilo. Namun atas nama cinta (tsaaaaah) ku libas saja malam dan anginnya yang rentan. Mbaknya lebih awal nawar untuk makan di Gudek Pawon, … Lanjutkan membaca Gudeg dan Mesin Tik