Masyarakat Sektor Subsiten Dalam Menghadapi Ekonomi Global

2176_1677_sip-06-mdn-toko-sepiSore tadi selepas pulang dari kampus di tengah perjalanan saya berhenti di depan warung klontong untuk membeli suatu barang. saya turun dari motor tanpa melepas helm dan masker yang masih terikat pada muka saya, karena saya lagi terburu-buru dan berniat berhenti sejenak di depan warung klontong tersebut untuk membeli sebuah barang (gak penting disebut barangnya), terjadi dialog:

saya: “ibu (barang)-nya satu…”

pedagang: “ini mas silahkan”

saya: “berapa ibu harganya”

pedagang: “dua puluh ribu mas”

saya kaget! kenapa barang ini bisa lebih mahal harganya jika dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh pasar-pasar modern seperti indomart dll. jelas jika masyarakat mengetahui ini pantas saja kebanyakan masyarakat memilih berbelanja pada pasar modern yang jelas-jelas kapitalis, karena setidaknya masyarakat lebih terjamin segala bentuk kebutuhanya jika mereka lebih memilih ritel modern. apakah ibu ini sadar kalau dia sedang menghadapi pasar global sehingga dia menaikan harga tawar barang yang hendak dijualnya. mungkin ibu ini secara tidak sadar mengadopsi pemikiran Karl Marx bahwa nilai suatu komoditi ditentukan oleh kuantitas waktu kerja yang diharuskan secara sosial, yang diguakan untuk memproduksi komoditi tersebut. Jadi bisa saja ibu ini menaikan harga barangnya karena ia merasa tersaingi oleh industri-industri besar yang mengambil perhatian masyarakat. tapi sebentar, jika semua pedagang di sektor subsisten seperti ibu ini saya optimis dan mengakui bahwa para kapitalis telah menang. dan angkat tinggi-tinggi bendera putih bagi masyarakat subsiten.

saya turut prihatin melihat fenomena ini, di balik kenyataan bahwa kita akan mengahadpi MEA (masyarakat ekonomi ASEAN) di sisin lain masyarakat belum mengerti dalam menghadapi arus globalisasi, dan jika hal ini terus terjadi apa upaya yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan, masyarakat sendiri saja belum paham tentang persaingan global.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s