Pilih Jalanmu Sendiri

Sumber : http://arryrahmawan.net/

Jika anda pernah mempelajari ilmu andragogi mungkin sekaranglah saatnya anda mampu memutuskan untuk memilih jalan hidup anda sendiri, mau dibawa kemana hidup anda? jangan sampai kita menyesal di hari berikutnya…

Sejatinya setiap manusia pasti memiliki kelebihan (skill) tersendiri, baik sadar maupun tidak sadar hal tersebut tertanam dalam jiwa kita. Ada orang yang tanpa melakukan latihan dan pembiasaan dalam setiap perilakunya mampu untuk mengekspresikan keahliannya, meskipun juga ada orang yang harus berusaha keras untuk berlatih dan terus berusaha untuk menajamkan minat dan kemampuannya dalam bidang tertentu, pasti ada.

Masterpiece atau karya agung (pencapaian besar) inilah yang perlu kita telusuri lebih dalam pada diri kita. Entah masterpiece tersebut sudah ada tau kita harus mencarinya, yang penting paling utama kita fikirkan adalah apa yang sebenarnya menjadi minat utama untuk dijadikan masterpiece dalam diri kita, yang tentunya hal ini harus membuat ada nyaman dan termotivasi untuk melakukannya. silahkan direnungkan dengan seksama dan gak harus dengan tempo yang sesingkat-singkatnya karena ini bukan seperti deklarasi kemenangan dalam hidup tapi ini adalah jalan yang akan kita pilih dan akan membutuhkan proses yang sangat panjang dan usahakan apa yang anda lakukan itu membuat anda nyaman, damai seperti melayang di udara (apa sih…).

Jika anda pengen menjadi penulis maka menulislah apa saja, jika mau menjadi youtubers ya silahkan buat karya-karya anda pada vlog ataupun media apa saja, yang penting anda mempunyai minat dan mau mengasah bakat. Jangan memikirkan apa yang anda lakukan apakah mempunyai out put langsung pada hal akumulasi kapital (pengumpulan modal/duit) karena hal tersebut hanya akan mempersempit tujuan anda, lakukan saja jika ada manfaatnya bagi banyak orang, ayo lakukan!!!.

Jangan biarkan diri anda terpasung oleh banyak pilihan, apa lagi jika terpasung oleh rasa malas, bah bagaikan batu kerikil di atas bukit yang mager (males gerak) tak menentu arahnya hanya diam mengikuti alur, sangat tak terelakan. Termasuk saya sebagai manusia yang sering kali berhadapan dengan “malas” kedua tangan dan kaki seperti terikat dan sangat tak berdaya, ohh tuhan tolonglah aku melawan malas.

*fakta di balik tulisan ini sebenarnya penulis hanya memotivasi diri sendiri (hehe…)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s