5 Fakta Tentang Tugas Akhir Mahasiswa

daftar nama judul tugas akhir
Sumber: ayti-copast.blogspot.co.id

Kali ini penulis mau membeberkan beberapa fakta yang penulis simpulkan dari sebenarya banyak sekali fakta lain di balik “fenomena” tugas akhir mahasiswa, penulis merangkumnya menjadi lima fakta dan penulis sebut dengan grand five facts tentang tugas akhir berikut ini:

Diri Sendiri (Your Self)

Semua berawal dari sini, dari diri sendiri. tugas akhir itu paling dekat dengan diri sendiri selain dari faktor eksternal, semua berawal dari fikiran sendiri. Dalam penulisan tugas akhir tidak mungkin jika anda memulainya dari orang lain kan, maka sejatinya semua berawal dari diri sendiri. Banyak mahasiswa yang berada pada semester akhir dan memasuki dunia “tugas akhir” kebingungan untuk mulai menulis tugas akhir karena belum sadar bahwa beban tugas itu nyatanya adalah tanggung jawab diri sendiri bukan ibu, bapak, ataupun adek bahkan teman sekalipun akan tetapi itu anda, andalah yang harus memulainya. Tidak masalah jika pada awal memulai kita merasa kebingungan, karena dari kebingungan itu kita akan terdorong untuk mencoba, mencoba menulis, mencoba berfikir, dan mencoba belajar.

Yang paling buruk dalam fenomena tugas akhir itu karena adanya statement yang menganggap tugas akhir itu adalah beban berat, kebanyakan mahasiswa merasa berat untuk melakukannya, mengapa? karena di fikiran mereka hanya tertuju pada statement “kapan aku akan diwisuda?”. hellooooo, jika kamu berfikir demikian maka tidak ada bedanya dengan orang yang hanya merencanakan tanpa melakukan sesuatu, ubah stigma tugas akhir yang kebanyakan orang berfikir “kapan aku akan diwisuda” menjadi “aku akan memulainya dan akan diwisuda”. Lebih nyata kan keoptimisannya. kebanyakan juga mahasiswa yang sedang berada pada masa tugas akhir merasa bangga bahwa dirinya sedang melaksanakan tuga akhir dan merasa senang bahwa ia kini merupakan mahasiswa senior di kampus, tapi masih tidak tahu dari mana harus memulai tugas akhir. Bagi anda yang berfikiran seperti itu penulis sarankan sekarang juga ambil segelas air dan siramkan ke muka sambil berkata “aku harus memulainya dari diri sendiri”.

Dosen Pembimbing

Ia adalah pahlawan kita di saat kita sedang mulai menyusun tugas akhir, pahlawan yang sangat misterius. Ia adalah pahlawan tapi tidak mirip dengan superhero yang membantu orang setiap saat ketika membutuhkan bantuan. Kadang ketika kita sedang membutuhkannya ia tak nampak keberadaanya tetapi ketika mahasiswa sudah hampir expired statusnya dia kan mengejar anda membabi buta supaya anda cepat menyelesaikan tugas akhir. Tapi tidak semua dosen pembimbing seperti itu ada juga dosen pembimbing yang sangat mengerti keperluan peneliti, itu semua tergantung mahasiswa bagaimana berinteraksi dengan dosen pembimbingnya, mahasiswa secara profesional menggauli pembimbingnya maka tidak akan ada gap antara mahasiswa dengan pembimbing. jadi teori penulis tentang dosen pembimbing ialah seorang mahluk berhati mulia yang membantu mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir akan tetapi itu tergantung bagaimana anda menjalin hubungan dengannya.

Banyak juga mahasiswa yang memberikan stigma yang agak gak baik bagi dosen pembimbing, dengan anggapan dosen pembimbing itu orang yang tidak menghargai usaha mahasiswa dalam menulis sehingga tiap kali bimbingan hampir tiap-tiap lembaran dalam tulisan seperti buku gambar karena banyak sekali coreta-coretan pembimbing. Jika penulis menemukan dosem pembimbing seperti ini, penulis akan berdiri memberi hormat untuk bertrimakasih telah mau memberitahu dimana penulis salah. Jangan kecewa dengan sikap pembimbing yang otoriter dalam membujuk kalian, karena itu adalah dosen pembimbing yang benar-benar peduli.

Instansi/Lapangan

Setelah kita bisa berfikir bahwa untuk memulai sebuah tugas akhir itu berawal dari diri sendiri, kemudian ada mahluk “dosen pembimbing” yang melengkapi drama hidup kita, kini saatnya untuk berhadapan dengan instansi atau lapangan penelitian (bukan lapangan arena berolah raga). masalah umum yang terjadi ketika ketika berhadapan dengan instansi/lapangan adalah masalah perizinan. Penulis yakin pasti banyak mahasiswa yang mempermasalahkannya, sebagai mahasiswa dengan bekal teori, fikiran, dan tenaga secara personal sudah siap tempur ternyata ada masalah lain yang harus dibereskan yaitu “izin penelitian”. Baiklah ini sebenarnya hanya masalah prosedural yang kebanyakan mahasiswa membesar-besarkan masalahnya. Hanya satu alasan yang layak untuk dipermasalahkan yaitu ketika mahasiswa mencari data tapi pada prosesnya yang begitu abstrak sehingga terjadi pertempuran kepentingan antara mahasiswa dengan instansi/lapangan. Oke baiklah padahal hal ini kita harus benar-benar bergantung padanya.

Hmmmm masalah di sini benar-benar abstrak dan sifatnya sangat tak terduga. Mahasiswa dalam melakukan pengumpulan data di lapangan kerap sekali mendapatkan masalah yang beragam, berhadapan langsung dengan masyarakat maupun objek penelitian itulah yang menjadi tugas penting mahasiswa dalam melaksanakan tugas akhir. Sebenarnya menarik sekali ketika mahasiswa mampu menikmati proses tersebut, ketika sudah mampu menikmatinya tidak ada alasan lagi untuk memperlambat penyelesaian tugas akhir. Jadi saran penulis bagi mahasiswa yang sedang mengumpulkan data di lapangan maupun di instansi adalah belajar menikmati proses tersebut karena anda akan jatuh cinta pada prosesnya, ketika anda sudah mencintai prosesnya maka secara otomatis anda akan senang untuk mengumpulkan data dan akhirnya tugas akhir anda selesai. Jika menikmatinya saja sudah tidak bisa bagaimana anda akan senang melakukannya, bagaimana anda akan cinta padanya, maaf lagi baper (bawa perasaan). intinya dalam masalah instansi/lapangan adalah cinta untuk melakukan.

Teman

waaah ini dia masalah yang paling sensitif yaitu teman. tidak ada mahasiswa yang tidak mempunyai teman, klasifikasi teman itu ada beberapa yaitu, teman kampus, teman organisasi, teman di kampung, teman kampung tapi satu kelas, teman sekelas tapi tidak sekampung -abaikan-, teman dekat, teman pernah dekat (mantan, baper lagi), dan banyak lagi spesies-spesies dari istilah teman. Pada kasus ini sebenarnya berkaitan pula dengan poin pertama di atas, akan tetapi penulis menjadikannya subtansi yang berbeda karena diri kita dan teman itu berbeda dalam sudut pandang dan fikiran, yang sama hanyalah bidang keilmuan (jika satu jurusan). Mengapa teman ditulis dalam fakta di sini, apa salahnya seorang teman, apa teman harus ditinggalkan, TIDAK. Yang salah itu adalah ketika anda membandingkan diri anda dengan teman, seperti yang penulis katakan anda dan teman adalah satu spesies akan tetapi mempunyai sudut pandang dan cara berfikir yang berbeda, yang membedakannya adalah pengalaman dan lingkungan. Fakta lain juga membuktikan bahwa munculnya statement “kapan aku akan diwisuda?” itu berawal dari karena adanya teman yang sudah diwisuda akan tetapi anda masih sibuk membandingkan diri anda dengan teman. what the **** people, berhenti bertingkah konyol jika anda menyesal kenapa teman anda sudah diwisuda tetapi anda belum, jelas itu karena anda bukan karena teman anda. Berhenti menyalahkan diri sendiri hanya lakukan saja dan mulai bertindak, itulah mahasiswa yang berfikir.

Fakta berikutnya yang paling mainstreaming adalah ketika mahasiswa berfikir saat ada temannya yang sudah menyelesaikan tugas akhir tapi dia masih berfikir kuantitatif bahwa masih banyak teman yang belum selesai seperti saya dan akhirnya anda hanya akan menghitung berapa teman lagi yang akan mendahului anda, dan akhirnya anda hanya akan berdua dengan teman anda yang mempunyai fikiran sama seperti itu, akan merasa ditinggalkan dan coba tanyakan pada hati nurani anda siapkah untuk merasa ditinggal teman-teman sejawat?.

Waktu

Pepatah mengatakan waktu itu bagaikan sebuah pedang, jika anda tidak memotongnya andalah yang akan dipotong. Kebanyakan juga mahasiswa bermasalah dengan waktu, mempermasalahkan waktu bermain dengan waktu tugas akhir. Pertanyaan penulis adalah kenapa waktu dijadikan mahasiswa alasan untuk tidak menyelesaikan tugas akhir, jangan eksploitasi diri dengan waktu. Waktu akan tetap berlalu dan berubah, yang perlu anda bangun dengan waktu hanyalah mulai membuat schedule berupa kutipan-kutipan kecil baik di dinding-dinding kamar, di hanphone juga bisa kan sekarnag zamannya smartphone. Dalam penulisan tugas akhir sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama jika diakumulasi, yaa paling lama lah jika setiap hari anda fokus menyelesaikan tugas akhir itu butuh waktu 2 bulan jika dihitung akumulasi.

Hmmm tapi tidak dapat dipungkiri juga fakta mengatakan banyak mahasiswa yang samapi semester 14+ belum juga menyelesaikan tugas akhir, asumsi penulis di sini mungkin ia sedang meremehkan waktu. Ohh nooo penulis tidak menyalahkan oknum tertentu, jadi jangan merasa tersinggung, lah bisa saja kan mahasiswa abadi (sebutan bagi mahasiswa over old akhir semester) mempunyai kepentingan dan lasan sendiri. Yang penulis canangkan di sini hanyalah mahasiswa yang mempermasalahkan waktu untuk mengerjakan tugas akhir. Hey, waktu itu tidak bisa mengerjakan tugas akhir anda, yang harus menyelesaikannya adalah anda sendiri, so apa lagi alasan untuk waktu menunda mengerjakan tugas akhir jika kenyataanya menurut meme bahwa satu hari menunda skripsi maka satu hari menunda pernikahan (buat yang belum punya istri dan tidak jomblo).

Itulah fakta yang dapat penulis simpulkan, itu semua datang dari fikiran subyektif penulis meskipun penulis juga tidak sempuran dan yang jelas lagi saat ini penulis sedang dalam tahap proses penyusunan tugas akhir. Satu hal yang perlu diingat untuk mengritisi masalah tidak harus menuntut anda menjadi orang yang sempurna baru boleh mengkritisi, siapapun boleh mengkritisi asal anda merasa itu benar menurut penilaian anda. Untuk mengatakan bahwa makanan tertentu tidak enak bukan berarti anda harus menjadi koki profesional untuk dapat mengatakannya tidak enak, untuk mengatakan pelayanan di bank itu tidak baik bukan berarti anda harus jadi pegawai bank baru boleh mengatakannya.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s