Menyikapi Perubahan

5564689a0423bddf458b4567

Sikap kita terhadap perubahan sering kali menjatuhkan diri sendiri, karena biasanya kita tidak selalu siap akan perubahan. Siapa yang bisa memalingkan diri dari perubahan, saya rasa tak seorang pun yang mampu menolak perubahan, entah itu perubahan sosial, lingkungan, maupun perubahan tujuan hidup itu sendiri. Apa yang aku hadapi saat ini benar-benar merubah banyak aspek dalam hidup, jatuh sejatuh-jatuhnya. Akan tetapi aku harus benar-benar siap dan berani menghadapi perubahan tersebut, mau dikata apa lagi, jika aku diam maka aku akan kalah dengan semua perubahan ini.

Perubahan biasanya seperti sistem yang dirangkai ulang, tidak sama dengan sistem yang sebelumnya. Artinya bahwa apa yang akan dihadapi kedepannya benar-benar hal yang baru, bisa saja sama tapi tak persis pastinya. Perubahan dalam hidup itu bisa dibagi menjadi perubahan makro, seperti perubahan yang terjadi pada lingkungan yang lebih besar, misalnya saja perubahan tatanan sosial masyarakat di dunia, dengan berubahnya sistem sosial dunia akan mempengaruhi sikap kita terhadap hidup, akan muncul standar-standar sosial tertentu misalnya saja munculnya manusia-manusia modern. Mau tidak mau kita menjadi seekor bunglon yang mengikuti aura lingkungannya. Ya kita saat ini adalah manusia modern. Semua serba kebarat-baratan -mengikuti alur masyarakat negara dunia satu- sudah menjadi standar moral masyarakat, standar ekonomi negara, bahkan standar yang harus diikuti oleh semua manusia di dunia.

Selanjutnya adalah perubahan mezzo, perubahan ini biasanya ditandai dengan perubahan sistem yang terjadi pada ranah lebih kecil seperti perubahan akibat kelompok, organisasi, atau bisa juga lingkungan domestik. Perubahan ini biasanya identik dengan adanya pengaruh kebudayaan, suatu kebiasaan yang dianggap ideal oleh masyarakat karena sudah menjadi darah daging dan menjadi identitas suatu kelompok. Hal ini yang paling dekat dengan diri kita dalam menghadapi perubahan, lingkungan sangat berpengaruh seprti pepatah yang mengatakan “jika anda berteman atau bergaul dengan pedagang parfum niscaya anda kan ikut wangi” suatu estetika yang sangat dalam maknanya.

Dan perubahan mikro, perubahan ini sepertinya melakat erat dengan diri kita dan biasanya dipengaruhi oleh empirisme dan pendidikan manusia. Jika kita amati lebih jauh, semenjak kita hidup mulai dari menjadi bocah ingusan sampai masa tua tidak bisa dipungkiri kita akan menghadapi suatu perubahan yang kontinuitas dan sangat bergantung pada sikap dang modal yang kita miliki, memilih menyerah atau terus berimprovisasi dengan perubahan yang muncul.

Sejatinya hidup selalu ditandai dengan suatu perubahan dan perubahan itu akan berhenti hanya jika kita mati. Tergantung bagaimana kita menyikapi suatu perubahan yang muncul, apakah kita adalah orang yang siap menerima perubahan atau kita adalah orang yang hanya bisa diam menikmati perubahan tanpa berpikir kritis atas perubahan tersebut. Apalagi jika kita adalah orang yang terdidik, selalu terngiang dalan pikiran penulis sebuah pesan yang berarti telah disampaikan oleh Pramoedya bahwa seorang terdidik harus berprilaku adil sejak dalam pikiran.Kita harus adil dalam perubahan hidup, adil terhadap diri sendiri dan adil terhadap lingkungan eksternal di dalam hidup kita sendiri. Manusia yang baik adalah manusia yang bijak dalam menghadapi perubahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s