Ramadhan [Lagi]

tayangan-ramdahan

Alhamdulillah … berjumpa lagi dengan Bulan yang penuh dengan berkah ini, saat-saat di mana tidurpun bisa bernilai ibadah, akhirnya kerjaan sampingan (tidur) aku bisa jadi nilai ibadah. Ya. Maaf. Bukan mau nulis tentang kerjaan sampingan aku itu, tapi sedikit bercerita tentang pengalaman aku saat-saat bertemu dengan kamu —Bulan Ramadhan— yang ku rindukan. Tak terasa sudah 6 tahun lamanya aku mengawali puasa di tanah rantau, jauh dengan tanah lahirku.

Hal yang medasar dan paling nampak olehku ketika bertemu kembali dengan bulan yang agung ini adalah sebuah “perubahan”, perubahan rasa, perubahan pandangan, perubahan perilaku, dan perubahan-perubahan lainnya. Entah kenapa setiap kali berjumpa dengan si Ramadhan ini, ada sebuah kenyamanan tersendiri bagiku, mungkin juga bagi yang lainnya yang merasakan. Cuman rasa khidmat dan takzim dalam beribadah yang entah mengapa berbeda tingkatnya dengan bulan-bulan yang lain, harusnya sih karena di bulan yang suci ini si setan-setan telah terbelenggu di alamnya, jadi gak ada lagi yang kasih bisikan-bisikan tetangga gitu, eh bisikan setan yang menyesatkan manusia maksudnya. Tapi nyatanya adalah saat-saat awal perjumpaan kita dengan bulan suci ini, entah mengapa perubahan rasa khdimat dan takzim dalam beribadah bisa kita rasakan dan juga bisa dibandingkan tingkatanya dengan bulan-bulan yang lain. Ada apa ya?.

Seperti ada dogma-dogma tersendiri, ada motivasi dari lingkungan dan kebudayaan, ada sesuatu yang mengiringi kita untuk menunjukkan perilaku-perilaku peribadatan yang levelnya sedikit lebih tinggi dari kebiasaan kita sebelumnya, secara tiba-tiba jama’ah masjid terbanjiri oleh para penikmat ibadah, tiba-tiba suasana jadi berubah drastis dan sangat mampu mempengaruhi perilaku sosial-keagamaan kita menjadi sedikit lebih berbeda dari sebelumnya, inilah perubahan tersebut.

Kalau berbicara mengenai perubahan, manusia mempunyai banyak persepsi tentang perubahan tersebut, entah apakah perubahan yang dimaksud adalah pergeseran nilai sosial, nilai ekonomi, bahkan politik sekalipun atau melihat perubahan sebagai sebuah sistem siklus nilai yang dari satu titik pusat berputar dan kembali lagi ke titik tersebut, perubahan banyak versinya dan intinya adalah sesuatu yang baru dan harusnya mampu memproduksi nilai postif. Perubahan tersebut bukan berarti perpindahan dari kebiasaan lama menuju kebiasaan baru, tapi perubahan yang memberikan dorongan untuk meningkatkan kesadaran manusia untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sebelumnya.

Ramadhan, bukanlah sekedar nama bulan hijiriyah tapi sebuah masa di mana agama mempunyai peran penuh dalam mengkontrol perilaku-perilaku manusia yang tentunya hal ini dipercayai oleh pemeluknya yaitu para muslim. Seperti yang pernah dikatakan oleh Karl Marx bahwa agama merupakan candu bagi masyarakat, masyarakat mengkonsumsi nilai-nilai keagamaan atas dasar kepercayaan bahwa agamalah yang akan menuntun masyarakat menuju alam lain, setelah kehidupan di dunia dan agama adalah sang penyelamat kehidupan, bagi yang mengimaninya.

Akan tetapi sejauh mana pandangan kita akan perubahan yang terjadi seiring bergulirnya zaman, di mana posisi agama dalam perkembangan ilmu pengetahuan, sering pula kita berfikir bahwa ini adalah sebuah paradoks antara agama dan perkembangan dunia. Yang mana agama lahir jauh di saat banyak manusia bisa berpikir rasional, agama lahir untuk memperbaiki kebodohan tersebut. Bagaimana kita berfikir bahwa ini merupakan sebuah paradoks, agama dan perkembangan dunia sejauh ini mereka berteman baik, saling mendukung dan saling memberikan kontribusi bagi manusia.

Bahkan yang sering terjadi adalah perkembangan dunia mulai mengkomersialisasikan agama, contoh kecil yang terjadi saat Ramadhan tiba, para pemodal mulai menjadi sosok jenius yang mampu merubah manusia menjadi alat konsumsi bagi sistem para pemodal,  acara-acara pertelevisian mulai berubah menjadi acara yang penuh dengan nuansa keislaman, iklan sudah masuk pada musim panennya dan mereka berharap hal ini bisa terjadi pada 11 bulan lainnya tapi sayang Ramadhan cuma ada di salah satu dari 11 bulan. Salah atau benar itu merupakan kata yang sangat angker, dan hanya anda yang dapat menyimpulkannya.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s