Komunitas Sebagai Kekuatan Perubahan Sosial

komunitas-brand

Wujud dari sebuah komunitas beragam. Komunitas secara mikro bisa berupa anggota keluarga,. Secara mezzo bisa berarti anggota geng atau kelompok masyarakat, Dalam lingkup makro berupa negara. berbicara mengenai perubahan sosial, yang paling menonjol ialah pembebasan manusia dari pembodohan. Bisa kita saksikan secara langsung, atau melalui media televisi, radio, Contoh yang pernah geger di media sosial seperti  “Rembang melawan.” Adalah perjuangan ibu-ibu petani Rembang melawan korporasi, fenomena ini menunjukkan negara kehilangan wajahnya di masyarakat. Karena negara yang seharusnya menjadi pengendali tertinggi, malah disetir oleh kepentingan korporasi dan politik ekonomi industri. Sekali lagi saya tekankan bahwa hanya melalui komunitaslah pembodohan-pembodohan ini bisa dibakar habis. komunitas adalah kekuatan perubahan sosial.

Suatu perubahan selalu berangkat dari sebuah permasalahan. Permasalahan harus segera dituntaskan, di situlah peran komunitas bisa diandalkan. Pemikiran dan perubahan menuju hidup yang lebih baik menjadi “embel-embel” suatu komunitas dan tentu menjadi daya tarik bagi komunitas. Ada beberapa hal penting yang saya simpulkan di bawah ini, yaitu janji sebuah komunitas.

Komunitas adalah identitas masyarakat modern

Munculnya istilah modernisme sebenarnya ialah upaya untuk meninggalkan idealisme yang pernah dipegang teguh sebelumnya menuju ke suatu perubahan yang lebih baik. Modernisme akhirnya menciptakan sebuah identitas baru sebuah kelompok masyarakat, yang disebut dengan komunitas. Lahirnya komunitas setelah muncul istilah modernisme tidak lain ialah untuk menciptakan suatu perubahan.

Sebagai sebuah identitas bagi masyarakat modern, sebuah komunitas selalu menawarkan nilai-nilai positif-konstruktif. Komunitas lahir sebagai  kekuatan bagi perubahan sosial, membawa pembaharuan untuk segera memperbaiki tatanan hidup yang lebih baik. Pada era sebelumnya – zaman modern –, selama jutaan tahun di mana manusia hidup dalam “dunia kemarin” seperti yang digambarkan oleh Jared Diamond dalam bukunya “The World Until Yesterday” yaitu sebelum komunitas diperkenalkan bagi manusia, tatanan sosial, permasalahan sosial, maupun perkembangan hidup selalu bergantung pada egoisme ras, suku, dan agama. sehingga manusia kehilangan suatu kebebasan berpikir untuk melakukan perubahan diluar aturan tradisional maupun agama. Maka lahirlah gerbang yang membawa kebebasan berpikir manusia dari belenggu aturan tradisional menuju ke suatu identitas baru yaitu komunitas sebagai jalan keluar pembaharuan manusia.

Agen Perubahan Sosial

            Suatu perubahan sosial tidak terjadi dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia, oleh karena itu saya menyebutkan bahwa komunitas juga sebagai agen perubahan sosial. komunitas adalah tentang perbuatan dan penyelamatan, pembodohan adalah kajiannya, dan golongan lemah serta yang tertindas ialah objek yang harus segera diselamatkan. Sehingga penting sekali bagi sebuah komunitas untuk segera menunjukkan eksistensinya sebagai agen penyelamat orang-orang yang dibodohi dan tertindas tersebut.

Kajian sosial mengenai suatu perubahan telah menjadi prioritas utama bagi teori sosial, bagi Talcot Parsons Jika komunitas dimasukan kedalam suatu sistem sosial, setidaknya ada empat hal yang perlu dilihat: Adaptation, Goals, Integration, Latency (AGIL). Sebuah komunitas harus mampu mengidentifikasi adaptasi di tengah lingkungan masyarakat, sistem ini harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan menyesuaikan lingkungan tersebut dengan kebutuhannya. Selanjutnya ialah tujuan, sistem komunitas hendaknya mempunyai sebuah tujuan yang mau dicapai, hal tersebut berguna untuk menjaga sebuah status quo serta eksistensi dari sebuah komunitas. Selanjutnya ialah integrasi, sebagai upaya untuk mengatur antara hubungan yang menjadi bagian-bagian dari organisasi seperti hubungan dengan masyarakat dan lingkungannya. Dan yang terakhir ialah latensi (menjaga dan memperbaiki pola), sebuah komunitas selain melakukan adaptasi, kemudian mencapai tujuan, serta melakukan integrasi maka selanjutnya hal yang penting ialah latensi, guna untuk menjaga kestabilan dan keseimbangan antara komunitas, masyarakat, dan lingkungan. Bagaimanapun juga di dalam realitas sosial, komunitas merupakan sebuah sistem. Sehingga gerakan yang mengatasnamakan komunitas harus sejalan dengan tujuan komunitas tersebut. Segala bentuk gerakan yang tidak sesuai dengan tujuan tersebut harus dievaluasi dan diluruskan.

Modal Sosial

Modal sosial (social capital) juga menjadi bagian penting dalam sebuah organisasi. Sebuah komunitas juga merupakan bentuk dari social capital, modal yang sangat penting untuk memulai sebuah perubahan. Sebagai bentuk dari modal, organisasi mempunyai daya tawar yang tinggi untuk menciptakan sebuah perubahan karena modal sosial merupakan sumber daya baru bagi masyarakat.

Beberapa hal yang menarik dari unsur-unsur modal sosial selain relasi dan gotong royong yang terkandung di dalamnya, yaitu alturisme. Alturisme ialah paham yang mengedepankan kepentingan orang lain dan lebih memprioritaskan kesejahteraan masyarakat. Jika kita berpegang teguh pada komunitas sebagai modal sosial sudah saatnya kita melakukan rekayasa terhadap komunitas yaitu mengedepankan kepentingan masyarakat untuk membentuk suatu perubahan sosial yang positif-konstruktif. Dan selanjutnya unsur yang tak kalah penting dalam modal sosial ialah sejatinya modal sosial itu merekonstruksi masyarakat menjadi produktif, menjadikan masyarakat produktif berarti kita telah berhasil melepas belenggu kebodohan yang telah lama diidealkan oleh masyarakat. Maka didiklah masyarakat dengan berkomunitas.

Dari ketiga unsur janji-janji komunitas diatas yaitu komunitas sebagai identitas masyarakat, sebagai agen perubahan sosial, serta mempunyai potensi modal sosial yang tinggi. Maka kekuatan yang terdapat pada sebuah komunitas harus mampu membuat suatu perubahan bagi masyarakat, kekuatan yang mampu melawan musuh-musuh masyarakat yang tertindas oleh sistem yang merugikan, belenggu pembodohan, dan yang bersifat mematikan ruang gerak kebebasan berpikir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s