Malam yang Panjang

Semalam waktu terasa begitu lambat untuk berlalu, petang hari yang sangat lama karena sibuk begadang. Awalnya Aku begitu gelisah, ku coba keluar kamar dan masuk ke kamar kos temen, kamar nomor sekian. Kami ngobrol santai saja sambil ditemani suara televisi yang tak dihiraukan itu. Lalu Aku kembali bosan, sial. Aku kembali lagi ke kamar, di atas meja kulihat ada buku “Seni Novel” karangan Kundera. Ku ambil lalu ku baca.

Mata tak kunjung lelah juga tak ngantuk sedikitpun, akhirnya bosan kembali. Keparat. Malam yang sangat panjang ini, salah siapa, mengapa waktu juga terasa begitu lamban seperti sedang diakusisi oleh penyu yang terlalu lamban dan sering telat, salah siapa.

Lalu Aku keluar kamar, lagi. Kali ini Aku berdiri sejenak di depan pintu kamar. Ku tengok kiri, di pojok timur sana terlihat beberapa kamar sudah gak hidup, lampunya mati dan orangnya juga, tidur. Ku tengok kanan, kebetulan malam itu angin sedang menuju ke arah timur dan menghantarkan tidak hanya hembusan udara juga suara-suara turut dihantarkannya, dan Aku mendengarkan.

Aku tahu, mungkin juga akan bosan lagi. Maka ku ambil laptopku. Lalu Aku menuju ke sumber suara tadi, di kamar nomor 23, ada orang-orang yang tengah asik dengan gelak tawa, terbahak-bahak yang entah apa yang mereka bincangkan. Aku masuk kamar itu, namun mereka dengan serentak diam. Benar-benar diam sambil memandang heran ke arahku. Lalu setelah itu, mereka tetap dengan gelak tawanya yang masih belum ku pahami.

Ditawarkannya padaku segelas kopi gayo, kopi kelahiran Aceh yang sangat nikmat itu dinikmati bersama. Segelas kopi untuk banyak orang. Karena nikmat itu adalah kebersamaan. Satu objek materi bisa menjadi begitu membahagiakan asal sekelompok orang mampu sepakat untuk berbahagia bersama dengannya. Berlaku juga untuk idealisme, untuk bahagia dengan idealisme tertentu setidaknya seluruh kelompok harus bisa sama sepakat, setidak-tidaknya mengerti. Tidak seperti komunis yang sering disalah pahami, yang ujungnya melahirkan brutalisme. Udah ah. Kembali ke gayo.

Eh, sebentar. Jangan kalian pikir Aku komunis gegara menulis begitu di atas. Aku gayo, tidak komunyis.

Salah satu dari mereka tiba-tiba nyeletuk, “Aku pengen rasanya bisa nulis.” Lalu mereka kali ini dengan pandangan yang sedikit aneh, dan pandangan itu tertuju padaku. Apa yang salah dengan malam ini.

Lalu, ohh tidak lama Aku memahami arti pandangan mereka. Mereka mau mencoba menulis dan meminta arahannku. Dua orang dari kumpulan orang-orang ini katanya baru saja memborong buku buku “lima-ribu-an” yang judulnya sangat beragam: Makna dan Faedah Shalat Khusuk, Cara Menunaikan Haji Yang Benar, Pacaran Syar’i di Mata Islam, dan seterusnya. Dan dua orang ini yang mau mencoba untuk memulai menulis.

“Lung, buatin Aku blog dong…” pinta salah satu dari orang tersebut, yang kemudian orang satunya juga meminta hal yang sama. Tidak lama, Aku menyalakan laptopku kemudian menyambungkan jaringan internet. Ku buka salah satu situ blog. Satu dan lalu dua blog sudah jadi ku bikin, masih mentah dan sangat datar, belum ada tema yang apik dan semua masih dalam setting default.

Setelah itu ku biarkan mereka belajar sendiri, bagaimana memperindah tampilan blog, dan lain sebagainya. Juga kemudian Aku menawarkan pada mereka: bagaimana jika untuk satu minggu ini kalian menulis di blog tentang apa pun, jangan berfokus pada hal-hal yang berat untuk kalian tulis. Cukup tulisan ringan saja, seperti kegiatan sehari-hari mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, makan apa saja, minum apa saja, dan menulis itu pasti tidak bikin dahi mengkerut.

Dan yang benar saja, di postingan pertama salah satu mereka menulis dengan judul “Kampung pun Bertuhan” baru dua paragraf lalu diakhiri dengan kalimat “to be continued…”. Sungguh jenaka. Aku nyuruh nulis tema yang ringan malah dia bahas Tuhan.

Setelah itu ku tinggalkan mereka dan kamarnya. Kembali ke kamarku. Menyalakan tivi ada Final Audi Cup Liverpool vs Atletico Madrid. Liverpool kalah. Lalu malam semakin larut dan membosanku. Aku tertidur setelah subuhan.

Iklan

11 pemikiran pada “Malam yang Panjang

      1. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… bisa dicobaa.. kebetulan aku lama ga post Bang. Tp bingung mau nulis apa masihan. Nulis “to be continued” aja gimnaa.. ๐Ÿ˜‚

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s